Saat conversion rate multi-brand turun, cari tahu dulu brand mana dan channel mana yang turun sebelum mencari penyebabnya. Kalau semua brand turun di tanggal yang sama, penyebabnya bersama (tracking atau perubahan platform). Kalau cuma satu brand yang turun, penyebabnya lokal (offer, konten, atau audiens).
TLDR: Pecah penurunannya per brand, lalu per channel, lalu per campaign. Penurunan di satu tanggal yang kena semua brand mengarah ke tracking. Penurunan perlahan di satu brand mengarah ke konten, offer, atau audiens.
Rate gabungan menyembunyikan segalanya. Lima brand di angka 2% masing-masing dan satu brand yang ambruk tetap bisa terlihat seperti penurunan kecil.
Langkah 1: buat satu tabel berisi brand, channel, dan minggu
Buat tabel conversions, clicks, dan conversion rate per brand per channel untuk 8 minggu terakhir. Pastikan definisi "conversion" tetap sama di semua brand.
| Brand | Channel | Clicks | Conversions | Rate |
|---|---|---|---|---|
| Brand A | ||||
| Brand A | ||||
| Brand B |
Tandai baris mana pun yang bergeser lebih dari sepertiga dari median 8 minggunya sendiri. Itulah daftar tersangkamu.
Langkah 2: penurunan bersama atau cuma satu brand?
Lihat tanggalnya.
- Tanggal sama, beberapa brand: tracking, perubahan situs atau checkout, kebijakan platform, atau hari libur.
- Tanggal berbeda: penyebab lokal, brand per brand.
- Satu brand, satu channel: konten atau audiens di channel itu.
Untuk penurunan bersama, cek tag UTM dan landing page dulu. Kesalahan tracking sederhana lebih sering terjadi daripada perubahan mendadak di perilaku pembeli. Panduan celah UTM kami menunjukkan cara menemukan tag yang hilang.
Langkah 3: cek funnel tiap brand sendiri
Ambil brand yang dicurigai dan ikuti funnel-nya: impression, click, landing, conversion. Temukan langkah mana yang rate-nya turun paling dalam.
- Click rate turun: creative atau call to action.
- Landing page rate turun: halaman atau offer.
- Conversion turun tapi clicks stabil: harga, stok, atau checkout.
Pakai median brand itu sendiri sebagai patokan. Di data Mydrop, median engagement beda-beda per platform (3,1% di Instagram, 1,1% di Facebook), jadi angka yang "rendah" di satu platform bisa jadi normal di platform lain.
Langkah 4: perhatikan jam tayang lintas zona waktu
Tim multi-brand sering menjadwalkan dari satu kantor untuk brand di beberapa pasar. Postingan yang dijadwalkan untuk pagi hari tim bisa tayang jam 3 pagi waktu audiens. Di data Mydrop, postingan yang tayang antara tengah malam dan jam 6 pagi waktu lokal rata-rata 17% di bawah median di semua platform.
Cek jam posting tiap brand dalam waktu lokal audiensnya. Audit dari zona waktu ke conversion membahasnya langkah demi langkah.
Langkah 5: cek apakah template mulai melenceng
Memakai satu template untuk banyak brand memang hemat waktu, tapi bisa menghapus hal yang bikin tiap brand convert. Lihat 20 postingan terakhir brand yang dicurigai. Kalau postingannya bisa ditukar dengan postingan brand lain tanpa terasa aneh, berarti voice-nya sudah melenceng.
Kembalikan bagian yang khas tiap brand: offer, bukti, dan call to action.
Tentukan apa yang dihitung sebagai penurunan nyata
Brand kecil angkanya naik-turun cukup liar. Brand dengan 40 conversions sebulan bisa kehilangan 8 conversions murni karena kebetulan. Sebelum panik, tetapkan aturan: penurunan baru dihitung kalau rate-nya bertahan lebih dari sepertiga di bawah median 8 minggu brand itu selama dua minggu berturut-turut, atau kalau angkanya jatuh drastis di satu tanggal. Bagikan aturan ini ke semua account manager, supaya penurunan yang sama tidak memicu panik di satu brand dan cuma angkat bahu di brand lain. Ini juga mencegah klien membaca satu minggu buruk sebagai tren.
Simpan baseline tiap brand di dashboard
Cara tercepat menangkap penurunan adalah melihat tiap brand dibandingkan riwayatnya sendiri setiap minggu. Workspace dan brand di Mydrop memisahkan tiap klien atau brand, dan report-nya bisa dijadwalkan supaya angkanya sudah datang sebelum pertanyaannya muncul.
Langkah selanjutnya: buat tabel di Langkah 1 untuk brand terburukmu hari ini. Di kebanyakan tim, jawabannya sudah kelihatan sebelum tabelnya selesai. Kalau cara mengukur conversion beda-beda antar brand, samakan dulu definisinya, lalu baca kapan berhenti mengukur reach dan mulai melacak conversion berikutnya.





















Ulasan Google
Ulasan Trustpilot