Tools asset import yang bagus memindahkan file dari tempat tim kamu sudah bekerja ke library brand yang tepat, tanpa bolak-balik unduh lalu unggah. Ajukan tujuh pertanyaan ini saat trial, dan dalam satu jam kamu akan tahu apakah tools itu cocok untuk agensi atau cuma untuk akun solo.
TLDR: Ajukan tujuh pertanyaan: Sumber mana yang bisa terhubung? Apakah impor masuk ke brand yang tepat? Bisa impor satu folder sekaligus? Format dan ukuran apa yang didukung? Siapa yang bisa lihat apa? Bagaimana penamaan dan duplikat ditangani? Seberapa cepat untuk 100 file? Mydrop terhubung ke Google Drive dan Canva, lalu menaruh file hasil impor di library tiap brand.
Cek harga Mydrop, September 2026: paket berbayar entry dari delapan tools yang paling sering dibandingkan dengan Mydrop berkisar dari $6 per channel (Buffer) dan $25 sebulan (Later) sampai $99 per user (Hootsuite) dan $79 per seat (Sprout Social), sesuai halaman harga masing-masing vendor. Mydrop gratis untuk mulai, lalu $19 sebulan flat, bukan per seat. Tabel lengkapnya ada di halaman perbandingan Mydrop.
Kenapa agensi paling merasakan masalah ini
Kreator solo cuma punya satu folder. Agensi punya satu folder per klien, satu tim Canva per brand, dan satu Drive yang dipakai tiga orang. Setiap postingan dimulai dengan perburuan: cari file, unduh, ganti nama, unggah lagi.
Di loop itulah versi file jadi kacau. Desainer sudah memperbaiki logo di Canva, tapi penjadwal masih pegang unggahan minggu lalu. Impor menutup celah ini karena file diambil langsung dari sumbernya, bukan dari folder unduhan seseorang.
Tujuh pertanyaannya
| # | Pertanyaan | Jawaban bagus itu seperti apa |
|---|---|---|
| 1 | Sumber mana yang bisa terhubung? | Google Drive dan Canva, bukan cuma file picker |
| 2 | Apakah impor masuk ke brand yang tepat? | Kamu pilih brand-nya, dan file mendarat di library brand itu |
| 3 | Bisa impor satu folder? | Satu folder penuh dalam satu langkah, bukan file per file |
| 4 | Format dan ukuran apa yang didukung? | Gambar dan video dengan ukuran yang dibutuhkan platform |
| 5 | Siapa yang bisa lihat apa? | Izin akses mengikuti brand, jadi freelancer cuma lihat kliennya sendiri |
| 6 | Bagaimana penamaan dan duplikat ditangani? | Nama asli tetap dipertahankan, duplikat gampang dikenali |
| 7 | Seberapa cepat untuk 100 file? | Hitungan menit, dengan progres yang bisa kamu pantau |
Cetak tabel ini dan isi untuk setiap tools yang kamu uji.
Jalankan trial 60 menit yang jujur menunjukkan hasilnya
Pakai file asli dari satu klien asli, bukan paket contoh.
- Hubungkan sumbernya (Drive atau Canva).
- Impor satu folder berisi 30 sampai 50 file ke satu brand.
- Catat waktu impornya dan tulis semua yang gagal.
- Buka tiga file dan bandingkan dengan aslinya.
- Minta rekan tim dengan akses terbatas untuk login dan lihat apa yang bisa mereka akses.
Langkah 5 paling sering dilewatkan saat trial. Padahal di sinilah agensi baru sadar bahwa seorang freelancer bisa melihat klien yang seharusnya tidak boleh dia lihat.
Di mana Mydrop masuk untuk tugas ini
Mydrop terhubung ke Canva dan Google Drive, dan setiap impor masuk ke brand yang kamu pilih, jadi Media Library tetap terpisah per klien. Role dan workspace mengatur siapa yang bisa melihat brand mana.
Bagian yang perlu kamu uji adalah impor folder. Kalau klienmu mengirim folder Drive tiap bulan, satu langkah dari folder ke library lebih berharga daripada fitur editing baru apa pun. Untuk sisi Drive secara detail, lihat kapan sebaiknya impor aset Google Drive daripada mengunggah.
Tetapkan aturan sekali supaya library tetap rapi
Impor itu cepat, jadi kekacauan juga cepat menumpuk. Sepakati tiga aturan sejak hari pertama:
- Pola nama:
client_campaign_asset_v1. Ubah nomor versinya, jangan pernah namanya. - Satu sumber kebenaran: file desain di Canva atau Drive tetap jadi master. Library menyimpan salinan yang kamu publikasikan.
- Sapu bersih bulanan: arsipkan file yang tidak dipakai dalam kuartal terakhir. Audit media library memberi kamu metrik yang jelas untuk ini.
Coba di klien yang filenya paling berantakan
Pilih klien yang filenya paling tersebar di banyak tempat. Impor foldernya, catat waktunya, dan lihat berapa klik yang dibutuhkan dari file sampai jadi postingan terjadwal. Kalau lebih sedikit dari loop yang kamu jalani sekarang, terapkan ke klien berikutnya. Kamu bisa menghubungkan Drive atau Canva di workspace gratis lewat app.mydropai.com/register.





















Ulasan Google
Ulasan Trustpilot