HubSpot sudah menyertakan fitur social publishing lewat Marketing Hub, jadi wajar kalau tim yang sudah pakai HubSpot langsung memakainya. Fiturnya mumpuni, tapi memang sengaja dibuat basic: tools social media ini ada untuk mendukung cerita CRM, bukan untuk bersaing dengan platform publishing.
Pertanyaannya sekarang: apakah attribution dari CRM sepadan dengan menjalankan seluruh operasi social media kamu di fitur sekunder?
TLDR: Mydrop kalau kamu butuh approval, kerja multi-brand, dan reporting yang benar-benar berguna. Sprout Social kalau kamu mau integrasi HubSpot plus depth. Metricool kalau kamu mau yang murah tapi tetap lebih baik dari fitur bawaan. Apa pun pilihanmu, tetap pakai HubSpot untuk attribution.
Cek harga Mydrop, September 2026: paket berbayar awal dari delapan tools yang paling sering dibandingkan dengan Mydrop berkisar dari $6 per channel (Buffer) dan $25 per bulan (Later) hingga $99 per pengguna (Hootsuite) dan $79 per kursi (Sprout Social), dibaca di halaman harga masing-masing vendor. Mydrop gratis untuk memulai, lalu $19 per bulan flat, bukan per kursi. Tabel lengkap di halaman perbandingan Mydrop.
6 alternatifnya sekilas
| Tool | Paling cocok untuk | Perhatikan |
|---|---|---|
| Mydrop | Kedalaman publishing dan approval | Attribution tetap di HubSpot |
| Sprout Social | Depth plus integrasi CRM | Harga per seat |
| Metricool | Upgrade murah dari fitur bawaan | Approval masih basic |
| Buffer | Scheduling standalone yang simpel | Reporting ringan |
| Agorapulse | Kedalaman inbox | Harga per profil |
| Hootsuite | Akrab di kalangan enterprise | Luas tapi kurang dalam |
Di mana HubSpot social kurang
- Publishing cuma fitur pendukung. Nuansa per platform, preview, dan kerja massal masih terbatas.
- Tidak ada alur approval yang benar-benar bisa diandalkan untuk agensi atau tim yang penuh aturan.
- Reporting-nya berbentuk CRM. Bagus untuk attribution, tapi tipis untuk metrik asli tiap platform.
- Bergantung paket. Kemampuan social media naik seiring tier Marketing Hub kamu, bukan seiring kebutuhan social media kamu.
1. Sprout Social: depth dengan koneksi HubSpot
Tetap pertahankan cerita CRM sambil memberi tim social media platform yang benar-benar mumpuni.
Lewati kalau harga per seat jadi kendala.
2. Metricool: murah dan lebih baik
Cakupan platform dan analytics lebih luas dari fitur bawaan, dengan biaya kecil.
Lewati kalau approval jadi hal penting.
3. Buffer: simpel dan terpisah
Kalau kebutuhan social media kamu memang kecil, ini opsi paling minim usaha.
Lewati kalau kamu mengelola klien atau banyak brand.
Mydrop: sisi social media yang dikerjakan dengan benar
Biarkan HubSpot mengerjakan apa yang memang jadi keunggulannya, dan berhenti menjalankan social media dari fitur sampingan:
- content calendar multi-brand
- workflow approval dan portal klien tanpa login
- preview postingan per platform
- analytics mendalam per platform
- caption AI dan pembuatan massal
14 jaringan dengan caption dan preview per platform, metrik asli yang tetap utuh dan tidak diratakan, plus report yang dirancang untuk percakapan social media. Attribution tetap di HubSpot lewat UTM.
Kapan HubSpot social sudah cukup
Satu brand, tim kecil, volume posting rendah, dan butuh banget melihat sentuhan social media di timeline kontak: tetap di HubSpot itu keputusan yang masuk akal. Menambah tool berarti menambah disiplin UTM yang harus benar-benar kamu jaga.
Memisahkan social media dari CRM
- Sepakati konvensi UTM sebelum kamu memindahkan apa pun. Inilah yang menjaga attribution tetap utuh.
- Biarkan HubSpot tetap terhubung untuk reporting sesi dan kontak.
- Pindahkan publishing dan approval ke tool baru sekaligus, bukan perlahan-lahan.
- Bandingkan satu bulan sesi social media yang teratribusi ke CRM untuk memastikan tidak ada yang rusak.
Social media bukan fitur CRM, dan CRM seharusnya tidak menentukan workflow posting kamu. Mulai gratis dengan Mydrop dan tetap pakai HubSpot untuk attribution.


















Ulasan Google
Ulasan Trustpilot